Senin, 12 November 2012

Kehamilan Kembar: Bahagia Dobel, Problem Dobel?

Kehamilan kembar terjadi dipengaruhi beberapa faktor; usia saat hamil (lebih dari 35 tahun) dan jumlah kehamilan yang dialami, karena ibu langsung hamil begitu berhenti minum pil KB, karena ibu berukuran besar dan tinggi, atau karena menjalani program kesuburan.


Faktor paling dominan penyebab kehamilan kembar adalah genetika atau keturunan dari pihak ibu. Biasanya ibu menyadari dirinya mengandung bayi kembar saat pemeriksaan awal kehamilan (6-8 minggu), yaitu sewaktu di-USG (ultrasonografi) terlihat 2 kepala atau 2 detak jantung. Ada juga yang merasakannya karena pertumbuhan rahim cepat sehingga curiga.

Jika instink mengatakan janin di perut Anda lebih dari satu, sebaiknya Anda segera periksa ke dokter dan di-USG agar jelas dan segera diantisipasi. Ini karena, kehamilan kembar resikonya lebih tinggi daripada tunggal. Meski demikian, tak perlu kuatir. Bagaimanapun, kehamilan kembar adalah anugrah.

Ngidamnya Dua?

Banyak ibu ngeri saat tahu mengandung kembar karena terbayang perut membuncit kelewat besar dan...resikonya itu, lho! Bukan hanya resiko saat melahirkan, tetapi juga selama menjalani kehamilan. Misal, hamil satu bayi saja mual-muntahnya nggak sopan, bagaimana kalau bayi di perut ada 2, apa tidak semakin diubek-ubek rasanya?

Lalu, ngidam. Apakah menjadi 2 jenis makanan dalam waktu bersamaan, misalnya bayi pertama “bawaannya” kepingin makan duren monthong, bayi kedua ngidam tape singkong?
Sebenarnya, pada kehamilan kembar Anda akan mengalami perubahan fisik yang sama seperti ibu-ibu hamil lain. Namun, karena tubuh menopang lebih dari satu bayi, beberapa perubahan akan terasa lebih berat.
Dalam buku Having Twins, Elizabeth Noble menyatakan, menjelang kehamilan 30 minggu, ukuran rahim sudah sama dengan rahim 9 bulan (36 minggu) dari bayi tunggal. Kenaikan berat badan yang besar dan cepat ini berdampak semakin intensnya keluhan sakit punggung, sesak napas dan sering berkemih. Anda juga lebih rentan nyeri perut, sembelit, bengkak, wasir dan varises. Penambahan beban kerja pada jantung, paru-paru dan ginjal juga membuat rasa lelah semakin menjadi-jadi.

Antenatal care teratur, akan membantu memonitor perkembangan kehamilan dan janin, seperti tekanan darah ibu, kenaikan berat badan ibu, pertumbuhan janin, posisi janin dan lainnya, sehingga berbagai keluhan bisa diantisipasi.

Foto/Dok.Ayahbunda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...